Minggu, 29 April 2012

MOALBEJABEJA: populasi dunia

Kenaikan populasi dunia tidak
sepadan dengan daya dukung
alam
Sangat jarang diantara kita
yang berani bicara masalah
rasionalisasi jumlah manusia
di dunia. Terlebih di Indonesia,
kuatir di cap anti hak azasi
manusia dan tidak iman
kepada takdir. Manusia
semakin banyak, kelakuannya
semakin brutal mendzolimi
alam.
Banyak berdebat dan berkutat
menanggulangi pemanasan
global dan dampaknya belum
cukup tanpa berbuat apapun
mengenai ledakan populasi
manusia di bumi. Harapan
hidup yang semakin panjang,
membuatnya semakin
produktif menghasilkan
generasi-generasi baru yang
menjejali dunia.
Dengan bertambahnya angka
populasi, manusia menempati
lahan baru yg sebenarnya
bukan untuk mereka, tapi
rumah bagi mahluk-mahluk
lain (binatang dan tumbuhan)
yang sebenarnya menjadi
penyokong bagi keseimbangan
alam, akhirnya mahluk-
mahluk yg terdesak itu pun
menyingkir, beberapa ada
yang melawan
mempertahankan rumahnya,
namun keserakahan dan
kelicikan manusia seolah
membuatnya tidak
“berprikemanusiaan”
memperlakukan mahluk
tersebut.
Berdasarkan estimasi yang
diterbitkan oleh Biro Sensus
Amerika Serikat, penduduk
dunia mencapai 6,5 milyar jiwa
pada tanggal 26 Februari 2006
pukul 07.16 WIB. Dari sekitar
6,5 milyar penduduk dunia, 4
milyar diantaranya tinggal di
Asia. Tujuh dari sepuluh
negara berpenduduk
terbanyak di dunia berada di
Asia (meski Rusia juga
terletak di Eropa).
Gambar
Sejalan dengan proyeksi
populasi, angka ini terus
bertambah dengan kecepatan
yang belum ada dalam
sejarah. Pada tanggal 19
Oktober 2012 pukul 03.36 WIB,
jumlah penduduk dunia
diperkirakan akan mencapai 7
milyar jiwa. Badan
Kependudukan PBB
menetapkan tanggal 12
Oktober 1999 sebagai tanggal
dimana penduduk dunia
mencapai 6 milyar jiwa,
sekitar 12 tahun setelah
penduduk dunia mencapai 5
milyar jiwa.
Berikut adalah peringkat
negara-negara di dunia
berdasarkan jumlah penduduk
(2005):
1. Republik Rakyat Tiongkok
(1.306.313.812 jiwa)
2. India (1.103.600.000 jiwa)
3. Amerika Serikat
(298.186.698 jiwa)
4. Indonesia (241.973.879 jiwa)
5. Brasil (186.112.794 jiwa)
6. Pakistan (162.419.946 jiwa)
7. Bangladesh (144.319.628
jiwa)
8. Rusia (143.420.309 jiwa)
9. Nigeria (128.771.988 jiwa)
10. Jepang (127.417.244 jiwa)
Simaklah yang terjadi di
Indonesia, berita mengenai
bencana sangat banyak,
karena tempat dan saat
kejadiannya menyangkut
nyawa manusia yang semakin
menyebar dan memadat
hingga daerah rawan
bencanapun dihuni dan
digarapnya, habitat yang
menjadi hak mahluk lain
dijarah & dikuasai. Longsor
maupun banjir hanyalah reaksi
alam untuk mencapai
keseimbangan baru akibat
keadaannya telah dirusak
manusia .
Sangat mustahil untuk bisa
menghentikan populasi
manusia, tapi kita bisa
mengontrol pertambahannya,
meminimalisir daya rusak dan
membangkitkan kesadaran.
Hanya saja kebanyakan
manusia baru bisa berfikir dan
melakukan pembenahan
setelah bencana terjadi dan
terlanjur mengalami kerugian
yang besar.
Contoh Kasus “Siapa yg lebih
pantas mati…?”
Disarankan sblmnya baca link
dibawah ini Kompas.com
Kasus pada link tersebut
menceritakan konflik antara
manusia dan harimau,
diceritakan bahwa harimau
menyerang manusia sampai
menelan 9 nyawa hanya
dalam waktu 2 bulan. Untuk
mengantisipasi kasus ini,
manusia (aparat, pemerintah
dan masyarakat) secara
sepihak menyalahkan harimau
yang dianggap terlalu buas.
Mari kita lihat dari sudut
pandang yang netral, terlepas
dari posisi kita sebagai
manusia. Tujuan harimau
menyerang manusia adalah
untuk mempertahankan
rumahnya, menjaga
lingkungannya agar tetap
menjamin keberlangsungan
hidup, kenyamanan dan supply
makanan yang cukup, manusia
dengan seenaknya menjarah
teritori harimau, tentu saja
sang raja hutan marah..!!!
sedangkan manusia
membunuh harimau dan
kebanyakan satwa lain adalah
untuk kesenangan (berburu),
hiasan (kulit, cakar &
taringnya) dan pengobatan
yang belum tentu manjur,
serta penjajahan atas rumah
mereka karena populasi
manusia yg semakin
membludak. Konflik tersebut
menelan korban jiwa dari
kedua belah pikak, tapi yg
perlu dipertanyakan adalah,
“siapa yang salah & siapa
yang lebih pantas mati…!!??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar